Berkarya dulu baru bicara

Hai...malam masih engkau disana
Setia menanti kembara dalam hitung helanya
Hai...masihkah engkau merindu pada resah jiwa
Yang coba kelabuhi waktu ntuk sesaat menunggu
Meski detak waktu tak ingin berhenti
Karena janji tak mungkin diingkari
Tak ada lelah dalam menanti
Karena ia tidak untuk ditangisi
Persiapan itu yang utama agar titik jemari
Waktu tak melenggang disaat engkau terlena

Salam salut,amazing, untuk Oom Jay dan semua Bapak, Ibu yang terlibat langsung dalam hadirnya kelas belajar menulis gelombang 21. Bagaimana tidak, selalu ada kejutan dan hal spesial yang diusung, yang membuat awam seperti saya, terpesona, serasa berujar,"salut."
Malam ini materi kelas mengusung tajuk Menjadi Penulis Penerbit Mayor. Dibawakan langsung oleh Pimpinan Penerbit Andi, Joko Irawan Mumpuni, orang yang tentunya paling susah untuk ditemui karena sejuta kesibukannya. Kelas yang keren dengan penulis resumenya yang selalu bersemangat dan cepat ini dimoderatori oleh Mr. Bams, blogger keren dengan segudang prestasi dan aktivitasnya.
Atmosfer asyik tentu saja diusung duo Bapak ini, akrab dan mencerahkan

Cari untung
Dalam pembukaan nya, Pak Mumpuni, kita sapa demikian ya, dengan tegas membedakan materi apa yang akan disampaikan oleh Guru Bahasa, Penulis dan Penerbit. Pada kelas menulis, bila guru bahasa diberi kesempatan menyampaikan materi ia tentu akan membahas tentang tata bahasa, PUEBI dan penggunaan tanda baca. Apabila penulis, ia akan mengisahkan pahit ketirnya perjalanan naskahnya yang ditolak penerbit hingga naskahnya diterima dan diterbitkan. Apabila naskahnya best seller tentu dengan binar bahagia ia akan mengungkapkan kepuasan batin yang ia rasakan termasuk royalty yang ia terima. Akan tetapi, bila penerbit yang menyampaikan materi, tentu saja peserta akan dilatih, diajari tentang tulisan seperti apa yang diinginkan penerbit untuk diterbitkan, bagaimana cara memasukkan naskah dan peserta akan dimotivasi untuk menulis. Setuju?

Peserta kelas menulis diingatkan kembali keberadaan penerbit. Penerbit adalah perusahaan yang mencari keuntungan. Penerbit harus menghidupi dirinya dengan semua komponen yang ada didalamnya yang akan bergerak dinamis mengikuti gerak perusahaan.
Untuk itu penulis harus tahu pertimbangan utama penerbit dalam menerima naskah untuk diterbitkan.
Penulis harus paham ekosistem penerbitan yaitu,
Dalam tuntutan kejadiannya ekosistem harus bergulir dalam satu sinergitas yang saling mendukung satu sama lain. Tidak ada anggota ekosistem yang bisa diabaikan dalam mendukung keberlangsungan anggota ekosistem lainnya.
Penulis harus mengerti sekali trend tulisan seperti apa yang sedang diminati masyarakat. Penerbit tentu saja tidak akan menerbitkan karya yang tidak disukai masyarakat. Memaksa menerbitkan karya yang tidak disukai masyarakat sama saja artinya membuat limbung kapal besar penerbit.
 Untuk melihat issue apa saja yang sedang digemari di masyarakat, penulis dapat melihatnya di Google Trend. Setelah mengetahui trend masyarakat seperti apa maka penulis dapat mengeksplorasi diri dan materi untuk menulis. 

Penulis dan keterkenalannya
Apabila penulis telah menemukan ide apa yang hendak dituliskannya maka pastikan terlebih dahulu pasar yang hendak disasarnya. Penulis harus menentukan siapa pembaca yang akan membaca karya yang telah dibuatnya. Sebab bahaya sekali apabila ada ide langsung menulis buku, sebab besar kemungkinan buku tersebut tidak laku dipasaran.
Proses kreatif menulis sebagai berikut,
1. Idea
2. Costumer
3. Product
4. Company

Di atas adalah data tentang persentase jenis tulisan yang diminati pembaca. Dengan demikian penerbit dapat mengacu pada data tersebut untuk melihat tingkat ketertarikan masyarakat terhadap karya yang akan diterbitkan.

Lalu bagaimana penerbit menentukan sebuah karya akan diterbitkan? Sebuah karya yang akan diterbitkan memperhatikan hal berikut.
Tingkat keterkenalan penulis pun menjadi perhatian. Apakah penulis punya nilai jual atau tidak? Hal ini bisa di cek di CV atau konfirmasi ke Google cendekia, akun sosmed, berapa followernya, berapa pertemanan dan berapa subscribe nya. Kredibilitas penulis juga menjadi perhatian. 
Maka langkah Om Jay yang menggandeng Prof. Dr. Eko Indrajit dalam mendampingi penulis pemula di kelas menulis adalah langkah jitu yang membuat Penerbit Andi pasti akan melirik dan mengajak berdiskusi penulis sebelum memastikan karyanya diterbitkan atau tidak. Untuk penulis yang tidak dikenal, tentu proses ini tidak terjadi alias bisa langsung ditolak.
Apa yang didapat penulis bila karyanya diterbitkan? Ada empat hal yang akan didapat penulis bila karyanya berhasil diterbitkan,
1. Kepuasan
2. Reputasi
3. Karier
4. Uang

Berkaitan dengan uang, maka oplah buku yang akan diterbitkan bergantung pada daur hidup buku tersebut. Apakah tema yang dimiliki buku tersebut memiliki daur hidup yang panjang atau pendek. Selain itu, pangsa pasar buku itu, apakah pangsanya luas?

Yang menarik selama pandemi penerbit Andi mengalami lonjakan penerimaan naskah hingga 3x lipat. Dalam satu bulan bisa sampai 400 naskah yang masuk. Tentu untuk semangat menulis hal ini cukup menggembirakan akan tetapi situasi yang membuat penerbit harus berhati-hati dalam menyeleksi naskah yang akan diterbitkan.
Sesuatu yang berbedapun dirasakan akibat pandemi, pembelian buku pun mengalami bias pemasaran online. Pembeli lebih suka membeli buku langsung dari penerbit. Pergeseran perilaku ini tentu saja membawa dampak tema - tema buku seperti apa yang diinginkan pembaca.
Kini, format konten buku tema sudah harus menyesuaikan dengan perkembangan pemasaran yang baru yaitu marketing 5.0. Artinya semua harus siap dengan perubahan dan percepatan perkembangan dunia digitalisasi kedepannya. 
Maka suka tidak suka perkembangan saat ini menuntut kita harus mau dan cepat belajar menyikapinya. Jadikan kegiatan menulis sebagai salah satu cara untuk menjadi bijak dalam menyikapi keadaan saat ini dan momentum bagi kita dalam mewariskan sesuatu pada anak cucu kita kelak.
Dalam penutupnya sebuah pesan bijak dan bermakna disampaikan Pak Mumpuni untuk kita.
 Untuk teman-teman semua segera mulai menulis ya, tulis apa saja yang penting nulis... suatu saat pasti tulisan itu akan berharga. Sebab menulis itu seperti berinvestasi dipasar uang yang nilainya akan selalu naik.

Malam beranjak semakin jauh
Nyaris tak ada yang menemani 
Kecuali detak jarum jam, sajikan orkestra
Nada nada yang sama tak pernah bosan
Dalam detak yang itu itu saja
Sindir kejamnya kudengar nyaring
Memang tak ada yang perlu ku ubah 
detak jarum ku kan sama dari waktu ke waktu
Tapi kau, kau harus berubah
Dan itu...aku!


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ketika Tidak menjadi Iya Plus Bonus dariNya

Anatomi itu tergenggam dalam tubuh buku

selamat pagi