Mau terbit, lewati aku dulu

Malam, jangan terlalu cepat berlari
Izinkan aku lebih lama mereguk indahmu
Meski ada rembulan dengan cahaya cantiknya
Namun, pesona mu  buatku ingin nikmati gugu waktu, sendiri
Izinkan aku sedikit lebih lama nikmati perjalanan seharian kita

Menjadi manusia pembelajar adalah keniscayaan dari seorang fakir ilmu. Tak pernah ada kata cukup mereguk nikmatnya kesehatan ilmu dari setiap mata air yang menyejukkan. Lelah ada, bosan ada bahkan repotpun sesuatu yang lumrah.
Menjalani kesibukan sebagai apapun, ketika ikrar telah terpatri di hati, maka nikmati aliran ilmu menjadi satu janji yang tak terpungkiri. Semoga mereka yang memiliki ilmu dan membaginya, akan selalu dimudahkan langkahnya dan dipuaskan ilmunya.
Pertemuan ke tiga belas kini. Titi waktu meski terasa berjalan cepat tetap memberikan kesempatan beristirahat sesaat, ntuk menghela nafas.  Beberapa pertemuan berlalu dengan materi yang kerap hadirkan decak kagum.
Seperti malam ini, materi yang dibawakan Bapak Susanto, S.Pd dan dimoderatori oleh Ibu Rosminiyati, terasa menggugah keingintahuan.
Materi yang bertajuk, Proofreading sebelum menerbitkan tulisan, terasa begitu menarik dan buat penasaran. Alumnus BMMWABO dan PGRI gel 15 ini secara sederhana namun rinci menjelaskan tentang seluk beluk proofreading.

Sebelum melanjutkan materinya, ia umumkan indikasi materi ketercapaian pembelajaran malam ini. Apabila peserta dapat ;
1. Menjelaskan pengertian proofreading.
2. Menjelaskan hal-hal yang menjadi objek proofreading.
3. Melakukan proofreading menggunakan KBBI dan PUEBI.
Maka materi ini berhasil mengusik rasa penasaran peserta belajar menulis.

Proof reading atau kadang disebut dengan uji baca adalah membaca ulang sebuah tulisan, bertujuan untuk memeriksa apakah terdapat kesalahan dalam teks tersebut.
Kesalahan yang dimaksud termasuk kesalahan penggunaan tanda baca, ejaan, konsistensi dalam penggunaan nama atau istilah hingga pemenggalan kata.
Kegiatan ini tidak sekedar menyoroti kesalahan tanda baca atau ejaan tapi juga kesalahan logika dari sebuah tulisan, apakah sudah masuk akal atau belum.
Kesalahan logika terjadi sering dilakukan tanpa disadari.
Oleh karena itu, seorang  proof reading tidak bekerja sendiri. Komunikasi aktif tetap harus terjalin dengan penulis asli, untuk mendapatkan informasi seputar apa yang dimaksudkan oleh penulis mengenai tulisan yang dibuatnya.
Apabila telah timbul kesepahaman maka sebuah tulisan dapat diperbaiki agar aliran makna yang diinginkan penulis dapat tersampaikan dengan nyaman ke pembaca.
Jadi tugas seorang proof reading bukan hanya membetulkan ejaaan atau tanda baca saja, tetapi juga memastikan bahwa logika dalam tulisan itu bisa diterima dan dipahami pembaca.

Proofreader harus mampu mengenali apakah kalimat yang digunakan efektif, susunan kalimatnya sudah tepat atau belum dan apakah substansi sebuah tulisan dapat dipahami atau tidak oleh pembaca.
Mengapa proof reading harus dilakukan?
1. Kegiatan ini hanya dilakukan setelah sebuah tulisan selesai dibuat, hanya setelah tulisan selesai dibuat.
Setelah tulisan dibuat, endapkan terlebih dahulu, bisa dalam hitungan jam atau hari agar bisa lebih objektif. Proofreader menempatkan diri sebagai calon pembaca.
2. Langkahnya
a. Revisi draft awal teks, dalam kegiatan ini seringkali dilakukan perubahan secara signifikan, memindahkan, menambahkan atau menghapus seluruh bagian suatu tulisan.
b. Revisi penggunaan bahasa; kata, frasa, kalimat serta susunan paragraf untuk meningkatkan aliran teks.
c. Memoles kalimat untuk memastikan tata bahasa yang benar, sintaksis yang jelas dan konsistensi gaya termasuk memperbaiki kalimat ambigu.
d. Cek ejaan, dengan merujuk ke KBBI dan PUEBI, meski ada beberapa kata yang mencerminkan gaya penerbit.
Apakah pemenggalan kata telah merujuk ke KBBI, konsistensi nama dan ketentuan nya dan perhatikan judul bab dan penomorannya.
Kesalahan lain juga harus diperhatikan yaitu, spasi kata, tanda koma, tanda titik, tanda seru, dan tanda tanya tanda baca tersebut tidak boleh diketok terpisah dari kata yang mengikutinya. Untuk itu, disinilah perlunya penguasaan terhadap PUEBI dan KBBI.

Untuk seorang blogger hindari kesalahan typo atau kesalahan penulisan singkatan dan peningkatan kata, agar pembaca nyaman membaca tulisan kita.
Bapak yang berdomisili di Musi Rawas ini kemudian mengungkapkan cara mudah melakukan proof reading terutama ejaan.
Saat tulisan di blogg selesai dibuat maka lakukanlah langkah berikut.
1. Buka jendela draft, buka juga jendela pratinjau
2. Jika ada kesalahan penulisan, blok kata  yang salah lalu di copy
3. Setelah itu buka jendela draft, tekan tombol CTRL + F
4. Tempel salinan tadi di kolom pencarian CTRL + V
Akan muncul highlight tulisan, lakukan perbaikan, lalu klik tombol simpanan atau CTRL + S
5. Buka jendela pratinjau, kemudian refresh atau tekan tombol F5.

Silakan dicoba sebagai seorang blogger kita bisa menjadi proofreading bagi tulisan kita.

Istilah baru ini memberi pengertian baru tentang keterlibatan banyak pihak dalam penerbitan sebuah buku. Bila dulu, kita mengenal istilah editor makan keberadaan proof reader saat ini justru memiliki tugas yang jauh lebih kompleks.

Memastikan sebuah buku nyaman dinikmati pembaca adalah tugas utamanya. Pemahaman tentang PUEBI dan KBBI adalah salah satu dari yang ia miliki. Ia juga harus memiliki kepekaan dalam memahami penggunaan kata, struktur dan konsistensinya. Tentu itu butuh pengalaman dan pengalaman dan itu telah dibuktikan oleh Pak Susanto dengan sejumlah karya yang menunjukkan keterlibatannya sebagai seorang proofreading.

Malam merambat pelan
Meski semakin larut namun hela lega
Hadirkan nyaman
Penutup malam tak lagi kopi hangat
Tetapi sebuah pengingat hati
Jangan jadikan kewajiban agar tak terbebani
Tapi jadikan kesenangan 
agar ia menjadi ringan dan manfaat

( Seberang,Kutaraya yang damai dengan gaduh pagi oleh nyanyian burung yang merdeka di alam liarnya)



Komentar

  1. Keren Bu Susi. Aku suka gaya tulisan. Awal dan ending.. mantep. JD pengen bs nulis puitis kayak gitu.
    Malam merambat pelan...... Hehehee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe..terimakasih Bu Herlin, iya..merambatnya pelan sebab ngerjain resume jd waktu seolah melambat sesaat.

      Hapus
  2. Mantap bun. Semangat terus 💪💪💪

    BalasHapus
  3. Mantap bun. Semangat terus 💪💪💪

    BalasHapus
  4. Kereeen, kata2nya enak dibaca, kumplit pula

    BalasHapus
  5. Bahasa mengalir penuh makna.. bunda

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tercepat, Berkarakter, dikenal, mau?

Ketika Tidak menjadi Iya Plus Bonus dariNya

Komitmen, konsisten, expert...mau?