Menuliskan luka akan menyembuhkannya
Narasumber : Sudomo, S.Pt
Moderator : Helwiyah
Judul : Kiat Menulis Cerita Fiksi
Waktu : Rabu, 9 Februari 2022
Seperti remaja, aku mematut diri terlalu lama
Tak hanya bedak atau gincu
Kutabur juga diriku dengan wewangi
Semerbak taman bunga terhirup penuh sensasi
Kuhabiskan banyak waktu hingga ku biarkan ia berlalu cepat
Buat ku sadar peluit kereta memekik nyaring
Bangunkan ruang imajinasiku ntuk renangi samudra aksaramu yang penuh pesona dan makna
Bergegasku kibaskan ujung gaunku
Kenakan sepatu kaca ntuk mengejar ketertinggalanku
Meski tak ingin tergesa, namun separuh waktu yang tersisa sesakkan nafasku
Ku tak mau jadi labu
Kuingin menjadi lampu
Yang tak hanya Sinari namun hangatkan hatimu
Hai..malam, sadarkah engkau pada kekuatan aksara, yang berjumlah 26 saja setelah dipinang imajinasi ia akan tak berbilang lagi. Dan malam ini, narasumber handal Bapak Sudomo, S.Tp kan menunjukkan bahwa itu benar adanya. Bersama Ibu Helwiyah, sebagai moderator genaplah malam karena telah dibersamai mereka.
Bertajuk Kiat Menulis Cerita Fiksi, marilah kita simak helai materi tersebut ditingkahi malam yang semakin menjerit nyaring, nyanyikan lagu penghantar tidur untuk lenakan kekasihnya.
Apa itu karya fiksi? Karya fiksi adalah karya yang menceritakan sesuatu dengan sifat rekaan, khayalan atau sesuatu yang tidak ada sehingga tidak perlu dicari kebenarannya dalam dunia nyata. Keberadaan unsur rekaan, khayalan atau imajinasi didalamnya memungkinkan sebuah karya fiksi memiliki nilai hiburan dan biasanya digemari di masyarakat.
Untuk memandu pemahaman peserta kelas dalam memaparkan materi malam ini, Pak Sudomo, yang akrab disapa Pak Momo membagi materi dalam empat pokok bahasan. Apa saja, hayuk disimak , dibaca sampai selesai ya, agar tak gagal paham.
1. Mengapa harus belajar menulis fiksi
Untuk menjawabnya maka perhatikan penjelasan di bawah ini.
a. Salah satu aspek yang dinilai dalak assesmen kompetesi minimum (AKM) adalah literasi teks fiksi. Dengan belajar fiksi tentu seorang guru akan lebih mudah membuat soal latihan untuk muridnya.
b. Menulis fiksi adalah cara asyik untuk menyembuhkan dan menyembunyikan luka. Seorang guru akan dengan leluasa mencurahkan perasaannya melalui tokoh-tokoh yang ia ciptakan untuk mencurahkan sekaligus menyelesaikan masalah yang sedang ia hadapi.
c. Cerita fiksi merupakan media pembelajaran alternatif yang paling mengasyikan. Bahasanya yang cair dan pilihan katanya yang mengesankan tentu akan mampu membuat pembaca merasa nyaman memahaminya. Pengembangan materi dan pengembangan tokoh yang dimuati materi tentu memiliki daya pikat tersendiri.
d. Bisa menjadi tambahan poin dan koin, terutama jika dikumpulkan menjadi sebuah buku.
2. Syarat bisa menulis fiksi
Untuk bisa menulis fiksi maka ada beberapa hal yang menjadi perhatian calon penulis, yaitu
a. Miliki komitmen dan niat yang kuat untuk belajar baik untuk di-posting di blog ataupun untuk kompetisi
b. Kemauan dan kemampuan untuk melakukan riset. Ini yang menarik, melakukan riset dalam menulis fiksi terutama tentang latar tempat akan membuat pembaca merasa berada di latar cerita tersebut.
c.Harus banyak membaca karya fiksi orang lain. Tujuan agar kosa kata kita menjadi kaya pun kita akan mampu menemukan gaya penulisan pengarang lain.
d. Pelajari KBBI dan PUEBI agar cerita yang kita tulis sesuai dengan kaidah kebahasaan.
e. Pahami dasar - dasar menulis cerita fiksi.
Setelah membaca tulisan ini maka silakan berselancar lebih lanjut untuk memahami apa itu dasar - dasar cerita fiksi lebih lanjut.
Sebuah cerita fiksi akan dibangun oleh unsur-unsur cerita berikut ini,
a. Tema, tema adalah ide pokok cerita. Temukan tema dari segala sesuatu yang dekat dengan kehidupan kita, baik tentang keluarga ataupun tentang pekerjaan kita. Tema yang dipilih harus tema yang kita kuasai, tujuannya agar kita dapat menyelesaikan karya tersebut.
b. Susunlah sebuah premis yang merupakan ringkasan cerita dalam satu kalimat. Unsur-unsur nya mencakup, karakter, tujuan tokoh, halangan atau rintangan dan resolusi.
c. Alur atau plot yang merupakan struktur rangkaian kejadian dalam cerita . Yaitu, pengenalan cerita, awal konflik, konfliks/ klimaks dan ending.
d. Penokohan bisa digambarkan secara langsung, fisik, dan prilaku tokoh, lingkungan, tatabahasa tokoh dan penggambaran oleh tokoh lain.
e. Latar/setting yang merupakan penggambaran waktu, tempay dan suasana.
f. Sudut pandang yang merupakan cara penulis menempatkan diri, penggunaan sudut pandang dalam menulis dan cerita fiksi harus konsisten.
4. Bagaimana cara kita memulai cerita fiksi?
a. Niat untuk memulai dan menyelesaikan cerita fiksi. Masalah utama penulis adalah mengalami kebuntuan ide dalam penyelesaian tulisan fiksi.
b. Perbanyak membaca cerita fiksi karya penulis lain
c. Terkait ide dan genr, catat segera lintasa ide/genre yang terlintas agar tak hilang begitu saja
d. Outline / kerangka karangan
- kerangka disusun berdasarkan unsur-umsurnpembangun cerita
- menentukan tema agar pembaca mengerti
- membuat premis sesuai tema
- menentukan uraian alur/plot berdasarkan urutan,
1. Menentukan penokohan yang kuat, berdasarkan teknik penggambaran watak tokoh dengan baik
2. Menentukan latar/setting dengan menynjukkan sisi eksotis yang mendetail
3. Memilih sudut pandang penceritaan yang unik.
e. Mulailah menulis, buka cerita dengan bagian yang menarik, bisa dengan dialog atau dengan sebuah kutipan
- kenalkan tokoh dengan latar yang baik dan jelas. Menguatkan sisi konflik internal dan eksternal tokoh
- menggunakan pertimbangan logis agar tidak cacat logika dan memperkuat imajinasi
- memilih susunan kalimat yang pendek dan tegas
- perkuat tulisan dengan pemilihan kata(diksi)
- buat ending yang baik dan menarik.
6. Lakukan swa sunting
Swasunting dilakukan setelah karya benar benar selesai
- jangan menulis sambil mengedit
- fokuskan pada kesalahan, pengetikan, pemakaian kata baku dan tidak baku, logika cerita
- usahakan memposisikan diri sebagai pengedit asli, agar tega menyunting karya sendiri
-siapkan KBBI dan PUEBi
Menulis lah setiap hari dan lihatlah apa yang terjadi (Oom Jay)
Peri aksara
Maafkan aku karena tak mengenakan pakaian indah untuk mu
Gayut lelah begitu berat mengayun di kelopak mataku
Nyaris ia melumpuhkan otak dan jemariku
Bukannya engkau kehilangan pesonamu
Tapi aku yang dengan sadar memagut asmara pada sang waktu yang terlebih dahulu tiba
Yakinlah bahwa ini hanya sementara
Kan ku hiasi indah engkau nanti
Saat ini izinkan aku bermanja pada tilam indah yang menyeruku dari tadi
Lembut manjamu temani jemari menari
BalasHapusSulaman indah kata gapai pesona
Malam menjelang lulunhlantakkan aksara
Beratus kata tlah habis kau rangkai
Agar harimu senantiasa damai.
Selamat Bu Susi manis
Terimakasih Bu Rina,
HapusKali ini aksaraku serasa nyaris tak berdaya
Tak tahu dari mana, gelombang kantuk hampir longsorkan pulau indah yang kerap kuhadiahkan pada peri aksaraku.
Ini sih genrenya bu susi menulis fiksi lumat abis bun 🥰🥰
BalasHapusApa karena terlalu semangat ya, jd energinya terforsir...ellehh cari pembenaran saya, Bu.
Hapuskiat menulis cerita fiksi yang patut kita kuasai dengan baik.
BalasHapusSangat Oom Jay, harus dikuasai...materinya penting banget. Terimakasih, Oom Jay.
Hapussellau ada yg baru dari cerita fiksi pak sudomo
BalasHapusBener...selalu ada yang baru dan itu yang bikin semangat.... terimakasih Oom Jay.
HapusKeren bunda manis
BalasHapusSampai om Jay pun turut berkomentar
Terimakasih Bu Ovi
HapusKeren bunda.. pandainya bunda merangkai kata..
BalasHapusTerimakasih Bun
HapusMantul..gaya resume nya bu Rita emang oye.
BalasHapusTerimakasih,Pak
HapusMantull..gaya resumenya bu Susi emang oye..Joss
BalasHapusTerimakasih,Pak
HapusDiawal ok dengan pembukaan dan diakhiri dengan penutup yang begitu indah, cerita fiksi yang membuat hanyut di dalamnya. Bagai berada di negeri dongeng aksara....
BalasHapusSelalu keren bunda ku ..
Terimakasih...
HapusMantul
BalasHapusTerimakasih
HapusMamanjakan mata dan hati 😍😍
BalasHapusTerimakasih, Bu
HapusAq membaui sepertinya aksara mu menemukan takdirnya satu, dua, tiga menapak anak tangga perlahan tapi pasti
BalasHapusTangga itu selalu ada seperti aku yang selalu punya alasan...itu salahku
HapusMantap, informatif dan tersusun rapi
BalasHapusTerimakasih Bunda
Hapus