Ujung Tombak itu Bernama marketing
Narasumber : Agus Subardana
Moderator : Raliyanti
Judul : Pemasaran Buku
Waktu : Senin, 28 Februari 2022
( Pertemuan ke 19)
Hatiku, jangan goyah
Terus melangkah tak perlu risau lantai merapuh
Tetap tegak meski terkadang sesekali harus merunduk
Hatiku jangan lelah, terlalu lama menyimpan duka
Tak kan membuatnya semakin membaik
Biarkan sesekali ia turun, pertanda engkau memiliki hati
Tapi jangan biarkan ia menjadi cara untuk dimaklumi
Seka, iya...keringkan segera
Tersenyum dan peluk dirimu
Atur kembali yang terserak, tata kembali hela nafas dan irama itu
Kita harus bahagia, itu cara menyingkirkannya
Malam ini, pertemuan.ke 19, materi kelas menulis bergulir semakin menjauh. Bersama seorang ekspert di bidang marketing di Penerbit Andi Offset, tepatnya Direktur Marketing Penerbit Andi Offset, Bapak Agus Subardana dan moderator wanita hebat Ibu Raliyanti, kita susuri malam yang bertajuk Pemasaran Buku.
Mendengar kata pemasaran atau marketing tentu ingatan ini akan mengarah pada orang-orang tangguh yang akan berjuang agar produknya terjual manis hingga target terlampaui bahkan laris manis.
Lika liku proses penjualannya menjadi hal penting dan utama untuk dibahas malam ini. Sehingga seorang yang berpengalaman, materi narasumber malam ini tentu menjadi materi yang menarik untuk disimak.
Pandemi yang melibas kita, hingga nyaris berimbas pada setiap lini masyarakat menghadirkan banyak cerita dalam kehidupan kita saat ini. Tidak hanya usaha kecil dan menengah yang gulung tikar, perusahaan besarpun banyak yang tak mampu menghadapi tsunami besar ini.
Hampir semua usaha merasakan libasan ekonomi yang harus dihadapi dengan lapang dada, meski demikian optimis dan semangat harus selalu ada, jangan pernah padam..setuju kan?
Merujuk pada laporan Nielsen Bookscan (ICM) penjualan buku secara global / dunia hingga akhir 2021 justru mengalami pertumbuhan yang signifikan. Pembatasan berkegiatan di luar rumah sepertinya dimanfaatkan masyarakat dunia untuk semakin mengakrabi buku, baik buku fisik atau buku digital.
Bagaimana dengan Indonesia? Di Indonesia justru penjualan buku mengalami terjun bebas. Saat pandemi terjadi, penjualan buku di Indonesia mengalami penurunan buku 50% - 80%. Sebuah angka yang sangat dramatis bagi perbukuan di Indonesia.
Pembatasan berkegiatan di luar rumah, ditambah sektor ekonomi yang begitu terpuji saat pandemi, menjadikan buku seolah benda yang tidak diprioritaskan oleh masyarakat pembaca di Indonesia.
Sehingga banyak penerbit, atau toko buku yang terpaksa gulung tikar karena tidak mampu menutupi biaya operasional mereka. Sebagian dari mereka mampu bertahan paling lama satu tahun.
Syukurnya hal ini tidak terjadi pada penerbit Andi. Lamanya usia perjalanan di dunia penerbitan buku membuat penerbit Andi mampu mempertahankan eksistensi.
Sebuah kabar gembira tercatat bahwa ada beberapa genre buku yang justru bertumbuh saat pandemi, buku sekolah, buku anak, buku masak, self improvement, hukum, bisnis, parenting and family serta computing dan tekhnologi adalah genre buku yang terasa bertumbuh saat pandemi dari 32 genre buku yang ada di penerbit Andi.
Sebuah fenomena kembali muncul saat pandemi bahwa penjualan buku justru ramai di kanal online atau direct selling.
Strategi pemasaran buku dipengaruhi oleh faktor yang meliputi,
1. Faktor mikro yaitu perantara, pemasok, pesaing dan masyarakat.
2..Faktor makro yaitu demografi-ekonomi, politik- hukum, teknologi-fisik, sosiologi-budaya.
Untuk itu strategi pemasaran buku yang telah dipetakan menjadi dua strategi pemasaran.
1. Strategi pemasaran buku serangan udara ( online)
2.. Strategi pemasaran buku serangan darat (offline)
Strategi pemasaran secara online
Dampak pandemi covid 19 telah mengubah dunia menjadi era Low Touch Economy. Keadaan memaksa kita untuk meminimalisir sentuhan fisik, mengharuskan kita untuk peduli pada kesehatan termasuk menghindari kerumunan dan tidak berada di luar rumah bila tidak ada urusan penting. Hal ini berdampak pada pergeseran model pemasaran produk, termasuk buku.
Buku yang awalnya terpajang rapi dan cantik di toko buku harus terdisplay indah di dunia Maya. Penjualan buku memasuki era digital marketing, penjualan secara online. Pembeli dapat langsung membeli buku tanpa harus susah payah ke toko buku, dengan duduk manis di rumah dan klik, transaksi jual beli pun berlangsung sukses.
Manfaat digital marketing,
1. Biaya lebih terjangkau dan murah
2. Daya jangkaunya sangat luas
3. Mudah menentukan target pasar buku yang akan ditawarkan sesuai kategori
4. Komunikasi dengan konsumen lebih mudah
5. Lebih cepat populer
6. Sangat membantu peningkatan penjualan
7. Mudah dievaluasi dan dikembangkan.
Sebagai sebuah proses yang memegang peranan penting dari paripurnanya sebuah produk, maka mari kita lihat lebih jauh strategi pemasaran yang ada saat ini.
1. Strategi online
Mengelola pemasaran secara online mendatangkan banyak keuntungan bagi produsen. Beberapa manfaat yang didapat antara lain adalah,
a. Buku buku best seller dapat terkelola dengan lebih intens, saat ini penerbit Andi memiliki 100 judul buku best seller.
b. Secara masif mampu menggelar program pre order melalui toko buku online, e-commerce, maupun reseller individu, selain itu juga dapat dijual merchandise, e-book hingga dibuatkan konten.
c. Melakukan optimalisasi di semua lini produk, baik optimalisasi di semua lini produk, branding, hingga reseller. Objektifnya buku bukan lagi untuk dibaca melainkan sebagai sebagian gaya hidup
d. Optimalisasi stock produk melalui program bundling dan online
e. Mengelola dead stock, mengelola judul buku yang tidak terjual melalui program diskon, melakukan book fair atau pameran buku secara online
Pemasaran buku lewat komunitas
Menggunakan jaringan komunikasi untuk sarana promosi dan penjualan buku lewat komunitas ini lebih efektif dan efisien sehingga tingkat keberhasilan penjualannya tinggi. Kuncinya harus proaktif komunikatif dan interaksi dengan komunitas serta dapat menjaga integritas pribadi kita.
Direct selling
Penjualan buku secara langsung dapat menjadi cara efektif untuk.membangun bisnis yang fleksibel dan berbiaya rendah. Cara ini memungkinkan untuk mengurangi biaya iklan, biaya overhead dan membangun hubungan pelanggan dalam waktu yang lama dan jangka panjang.
Keberadaan direct selling menghilangkan perantara yang terlibat dalam distribusi, produk yang dikirim langsung dari produsen ke perusahaan penjualan
Lalu ke perwakilan/distributor dan terakhir ke konsumen.
Produk yang dijual melalui penjualan langsung biasanya tidak ditemukan di lokasi ritel tradisional. Ini berarti pembeli harus menemukan distributor atau perwakilan adalah salah satu cara untuk.membelinya.
Jadi, pemasaran adalah ujung tombak dari sampainya produk khusus nya buku ke tangan pembaca. Memahami alurnya dan kreatif di dalamnya adalah cara untuk tetap survive dan penting.
Malam bergulir semakin pepat
Penuji rongga kepala sedang waktu tak bisa diajak berkompromi
Usaikan semua nya
Bersegera sambut mimpi, itu terbaik
Urai maaf pada sang ia, sebab tak bisa hadir lebih baik
Meski ingin tetap ingin
Namun ada tak kuasa yang membuat ia melemah..maafkan
Esok mentari kan menghangati
Itu janji hari pada hati
Syairnya bikin meleleh
BalasHapusTerimakasih bun
HapusSemangat meluncurkan buku solo, dengan ujung tombak yang telah dihunus 👍🙂
BalasHapusSiap...pokoknya dah...
HapusMeleleh aku tuh, tadi malam aku sudah berkunjung tapi komenku enggk muncul yaaa
BalasHapusBelum dibuka mungkin ya, tp koq ngak tertinggal? Terimakasih....ya Bun
HapusMbak Susi.... Resume mantap banget informatif.. Sukses selalu
BalasHapusTerimakasih....bun
BalasHapusSambut sapa mentari tuk tepati janji pada hati.
BalasHapusSambut pula tulisan ini sebagai tanda penyambung nurani.
Selamat, Bu. Puisinya bikin berdecak.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
HapusTerimakasih Bu Rina..haru saya
HapusKeren Bu Susi resumenya,puisinya bikin klepek-keplek
BalasHapusHaha...kog saya berasumsi ada menggelepar ya...heheh, Bu Maryati juga keren, selalu saya nantikan lho prolognya
Hapus