Romantisme Masa Lalu dalam Jubah Autobiografi

Narasumber : Suparno, S.Pd., M.Pd
Moderator    : Rosminiyati
Judul            : Menulis Autobiografi
Waktu           : Rabu, 9 Maret 2022

Tak bermaksud tak setia padamu
Malam ini aku berguru pada dua orang hebat
Keduanya hebat, mengagumkan dan aku diantara keduanya
Bukan karena ku bosan, guru
Karena aku perlu penguatan
Tuk tegak menjadi salah satu murid loyalmu
Engkau mengusik ku guru
Tentang perjalanan hidup disepanjang jalan kupu-kupu
Memang tak selamanya indah namun juga tak selalu gulana
Selalu ada pembelajaran, persahabatan juga cinta didalamnya
Kemarin aku merasa itu tak indah untuk mereka
Tapi satu tepukanmu di pundak
Seolah isyarat ntuk biarkan ku bagi
Karena satu saat Faatih atau cucuku mungkin ingin tahu lebih banyak tentangku
Dan membiarkanku berada dipikirannya

Iya, saya seorang ibu rumah tangga, yang kerap insecure berada dihadapan Bapak, Ibu guru hebat dengan semua aktivitas bercengkrama di kelas atau tugas administrasi lainnya. Iya, saya seorang ibu rumah tangga yang kerap tergugu melihat seseorang mengenakan seragam dengan dandanan up to date mereka sedang aku hanya berada di posisi  merasa pernah seperti itu.

Melihat mereka beraktivitas dengan semua lincah guraunya membuatku juga suka miris bila melihat mereka yang berseragam, make up rapi, dan wangi tapi pada jam kerja suka berada di tempat tak semestinya,ngak usah dirinci deh. Atau bahkan asyik ngobrol dengan menjepit santai rokoknya serasa mentertawakan ironi kejadian ngak penting saat ini. Kenapa ngak serius bekerja, sedang banyak disana orang rebutan untuk bisa bekerja.

Malam ini seorang narasumber hebat Bapak Suparno, mengajak kelas menulis untuk mulailah menulis autobiografi diri kita. Tulislah semua yang pernah terjadi agar anak cucumu yang mau membaca jadi tahu siapa nenek moyangnya dahulu. 

Aku, seorang ibu rumah tangga, menulis tentangku, tiba-tiba jiwa insecure ku berontak. Apa yang menarik tentang daster, apa yang menarik tentang letih berurusan dengan hal domestik yang itu-itu saja, apa yang menarik dengan lipstik, bedak yang sudah setahun nyaris belum berkurang?

Tetapi Pak Suparno meyakinkan,  akan ada satu bagian dari kisah hidupmu akan menjadi inspirasi bagi orang lain, sungguhkah?

Ibu Rosminiyati, moderator malam ini, pun mengatakan hal yang nyaris sama. Tak harus menunggu menjadi orang sukses baru menulis autobiografi, karena dalam diri setiap orang pasti ada semangat yang ia bangun, entah itu kejujuran, kerja keras atau cara ia menjalani hari-hari agar bermakna. Hal inilah yang kadang tak disadari yang bersangkutan.

Sebagai seorang ASN, Pak Suparno memaparkan bahwa buku autobiografi yang bertema pendidikan,linier, sehingga dapat diikutsertakan sebagai penambah angka kredit saat kenaikan golongan. Juga, buku autobiografi dapat menjadi nilai plus bagi seseorang yang hendak melamar pekerjaan atau bila ia dipromosikan untuk satu jabatan. 

Sebagai nilai plus tentu saja keberadaan buku autobiografi dapat membuat pihak yang berkepentingan untuk lebih mengenal diri kita.

Lalu apa yang harus dilakukan seorang ibu rumah tangga, atau sidang pembaca bila hendak menulis buku autobiografi? 

Di bawah ini nara sumber dengan jelas dan lugas memaparkannya.
1. Buatlah terlebih dahulu kerangka karangan atau outline bisa per judul atau per bab. Menulislah dengan menyetiai outline tersebut. Kalaupun ada yang salah biarkan saja. Tulis lah terus hingga selesai.
Tulislah dengan menyertakan pikiran dan perasaan, dengan akal pikiran, yang merupakan hasil perenungan kita. Apabila kita lakukan hal ini, maka Ilham akan membimbing kita hingga tulisan kita selesai.

Apabila saat menulis muncul Ilham atau ingatan terhadap sesuatu tetapi kurang mendukung outline kita, maka tulislah hal itu dibuku yang berbeda. Tulis judulnya saja, nanti pada kesempatan lain jadikan itu sebagai bagian dari outline baru kita, di penulisan buku baru tentu saja. Dan kita kembali fokus pada outline yang kita buat tadi.

2. Agar buku yang kita susun menarik dan menginspirasi pembaca maka sisipkan kata kata mutiara di atas atau sebelum kita mulai mengurai isi bab.

3. Setelah tulisan selesai, lakukanlah proses edit secata maksimal. Periksa sungguh sungguh tulisan kita, perbaiki kesalahan ketik, jarak paragraf yang kurang rapi, dan sebagainya.

4. Mintalah teman yang bisa dipercaya berposisi sebagi editor. Mintalah seseorang membaca ulang tulisan kita dan memberikan komentar atau koreksi terhadap karya kita.

5. Buatlah cover dan mintalah tokoh terkenal untuk memberikan kata pengantar terhadap karya kita tersebut. Kata pengantar dari seorang tokoh terkenal akan mengangkat gengsi karya kita, ingat ya.

6. Terakhir, bila semua proses telah dilakukan maka kirimkan naskah tersebut ke penerbit, mudah kan?

Pada dasarnya harus disadari bahwa menulis itu dapat dianalogikan seperti seorang belajar naik sepeda. Dahulu saat kita belajar naik sepeda pasti menikmati jatuh bangun, berdarah, nabrak dan berbagai kisah pilu lain. 

Akan tetapi kita tidak menyerah bukan?, kita nikmati itu sehingga satu saat kita dapati diri kita bisa melepas tangan dari stang. Ini kebanggaan sekaligus kebahagiaan terindah kita.

Analogikan hal ini dengan.menulis autogbiografi, sehingga kita tidak merasa ini beban tapi kita bersenang-senang seraya mengingat kembali semua kisa masa lalu, dalam balutan romantisme masa lalu.
Jadi sudah tahu kan menariknya menulis autobiografi, meski untuk seorang ibu rumah tangga?

Ibu rumah tangga
Profesi yang tak pernah terpikir dahulu
Namun menjadi faksi saat ini
Berpacu dengan waktu namun selalu pengen delay kalau lagi pas pengen me time
Tak ada yang salah, dan tak pantas ntuk bisa bilang ini sebuah pengorbanan
Karena ia hadir karena Ia
Ia lengkapi semua rasa karena hadirnya rasa syukur
Maka pejamkan lah mata, 
Lihat ke dalam jiwa dan tersenyumlah
Iya, aku seorang ibu rumah tangga 
Diantara pilihan yang ada, 
Aku memilih, menjadi ibu rumah tangga.


Komentar

  1. Asyik ... bisa baca puisinya Bunda Susi manis ,bisa buat pengantar tidur he he he

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asyik..bisa dinyanyiin Ama Bu Maryati, buat sangu bobo'

      Hapus
  2. Aku angkat 2 jempol untuk puisinya Bunda Susi manis

    BalasHapus
  3. Kereen Bun .duh prolognya meleleh , isiresumenya kaya baca cerita
    Sip sepertinya Autobiografi langsung jadi ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pengennya, kayaknya ini jawaban dari resah ku deh, Bu Ovi.

      Hapus
  4. Selalu semangat jalani hari demi lillah...

    BalasHapus
  5. Mantab jiwa bu Susi... kereen bingit gaya bertuturnya

    BalasHapus
  6. Mantul puisinya keren resumnya mbak

    BalasHapus
  7. Mari kita menulis autobiografi supaya bisa diambil pelajaran oleh anak dan cucu kita kelak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul...ayok...biar anak cucu tau sepak terjang kakek neneknya...

      Hapus
  8. kereen selamat utk menuju buku autobiografi agar anak cucu kelak bisa belajar betapa untuk mencapai kesuksesan itu butuh perjuangan yang luar biasa

    BalasHapus
  9. kereen selamat utk menuju buku autobiografi agar anak cucu kelak bisa belajar betapa untuk mencapai kesuksesan itu butuh perjuangan yang luar biasa

    BalasHapus
  10. kereen selamat utk menuju buku autobiografi agar anak cucu kelak bisa belajar betapa untuk mencapai kesuksesan itu butuh perjuangan yang luar biasa

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ketika Tidak menjadi Iya Plus Bonus dariNya

Anatomi itu tergenggam dalam tubuh buku

selamat pagi